Namun, pada saat Joshua memasuki gedung itu, ia merasa ada yang aneh. Ia pernah melihat gedung tempat ia akan berlomba di Internet walaupun hanya sekali, tapi ia ingat benar bahwa gedung yang ia lihat benar-benar berbeda dengan gedung yang ia pijaki dan selain kemampuan Numeric, kemampuan fotografis Joshua juga bukan merupakan hal bisa diremehkan.
Menyadari kejanggalan yang terjadi di tempat itu ia ingin langsung memberitahu ibunya. Namun, sebuah sapu tangan berbau aneh mendekap mulutnya dan menghilangkan kesadarannya.
Saat ia sadar ia telah berada di sebuah ruangan yang penuh dengan bau alkohol dan yang lebih mengagetkan lagi, di sana ada ayahnya yang sedang bermain judi dan duduk bersebrangan dengan seorang laki-laki tinggi berbadan kekar, berambut buntut kuda dan… Berponi mickey mouse?!
“Pft! Ahahahaha!!! Gak ada poni yang lebih bagus apa?! Lagian lihat situasinya dong, kenapa di saat yang tegang begini malah ada karakter kocak begini sih?!” Teriak Joshua dalam hati akibat melihat suatu keabnormalan di depan matanya.
Namun, tawa yang ditahan itu tidak berlangsung lama, karena tidak lama kemudian muka ayah Joshua berubah pucat dan berkeringat dingin seperti napi yang sebentar lagi akan dihukum mati.
“SIALAN!!! KAU PASTI BERBUAT CURANG KAN?!” Teriak ayah Joshua.
Sepertinya dari raut mukanya, terlihat bahwa ia kalah dalam perjudian itu. Namun, laki-laki di depan ayah Joshua tidak bergeming, ia mengambil sebuah koper besar berisi banyak sekali uang dan menaruhnya di atas meja.
“Kalau begitu, bagaimana jika kita bermain sekali lagi?” Tanya laki-laki itu.
“JANGAN BERCANDA!!! KAU SUDAH TAHU KAN BAHWA AKU TIDAK PUNYA HARTA APA-APA LAGI?! UANG, PERUSAHAAN, PERHIASAN, RUMAH DAN BAHKAN ISTRIKU SENDIRI SUDAH ADA DALAM GENGAMAN TANGAN ORANG-ORANG ITU TAHU!” Teriak ayah Joshua pada laki-laki itu.
“Apa-apaan itu?! tolong katakan bahwa yang kudengar itu adalah sebuah kebohongan!!! Tolong!!!” Teriak Joshua dalam hati yang benar-benar merasa shock Mendengar perkataan ayahnya itu.
“Masih ada satu lagi yang belum kau pertarukan…” Gumam laki-laki itu pelan.
“Apa itu…?!” Jawab Ayah Joshua
“Bukankah anakmu satu-satunya ini belum kau pertaruhkan sama sekali? Bagaimana kalau kau kalah, kau memberikannya padaku?” Tanya laki-laki itu sambil melihat ke arahku.
“Berapa yang mau kau pertaruhkan untuknya?! Jika sedikit aku takkan mau memberikannya padamu! Biarpun masih kecil ia merupakan mesin pengumpul uang yang tidak tergantikan bagiku!” Jawab Ayah Joshua.
Belum bisa melepaskan diri dari shock yang didapatinya tadi, ia kembali dikagetkan dengan kata-kata ayahnya yang hanya menganggap ia sebagai mesin pengumpul uang dan mau mempertaruhkannya hanya demi uang.
Tanpa basi-basi, laki-laki itu langsung menumpahkan semua uang yang ada di koper besar itu ke meja dan menatap ayah Joshua, “Jadi?”
“Tunggu apalagi?!” Teriak ayah Joshua dengan semangat ’45 sambil mengocok kartu-kartu yang ada di depannya.
Namun, hasil dari perjudian itu merupakan kekalahan telak bagi Ayah Joshua, yang berarti Joshua harus diserahkan kepada laki-laki itu.
“Nah, sekarang saatnya mengakiri kegiatan bodoh ini” Gumam laki-laki itu sambil berjalan mendekati Joshua
Tapi, sebelum laki-laki itu sampai di tempat Joshua, ayah Joshua yang masih belum bisa menerima kekalahannya mengambil samurai berlumuran darah yang ada di lantai dan mengarahkan Samurai itu ke kepala Kinclong laki-laki itu.
Tetapi, niatnya itu tidak tercapai karena sebelum Samurai itu mencapai kepala botak berponi Mickey mouse nan kinclong itu, ia telah berubah menjadi makhluk berbulu, bermata besar kuning, berbadan coklat dan bersayap! Ia berubah menjadi…
“BURUNG HANTU?! Orang ini… orang ini…! benar-benar gak punya sense sama sekali!!!” Teriak Joshua dalam hati sembari menahan tawanya yang hampir meledak itu.
Namun, suasana kembali menjadi serius saat laki-laki itu mengambil samurai itu dan mengarahkannya ke burung hantu itu.
“Khu…khu!!! Khu? Khukhu!!!” Teriak burung hantu yang terlihat sangat ketakutan itu, namun dengan insting hewannya, burung itu berhasil mengepakkan sayapnya terbang kelangit biru dan meninggalkan Joshua sendirian di ruangan itu.
Setelah Ayah Joshua pergi, Laki-laki itu langsung mendekati Joshua dan…
Joshua tidak bisa mengingat apapun yang terjadi setelahnya yang jelas adalah semenjak kejadian itu ia kehilangan kemampuan Numeric, fotografis serta berbagai kemampuan pikiran yang lebih dari orang biasa dan terdampar di sebuah rumah yang terletak di desa Raccutti dengan sebuah koper yang tergeletak di sebelahnya.
Semenjak saat itu, kehidupan Joshua menjadi sangat suram, karena ia yang waktu itu hanya berumur 9 tahun harus berjuang untuk hidup tanpa orang tua dan hanya berbekalkan sebuah koper yang berisi peralatan hidup dan bahan makanan seadanya.
Ingin sekali Joshua menghajar habis-habisan orang yang telah merenggut semua yang dimilikinya dalam hidupnya itu. Namun, apa daya? Ia sama sekali tidak mengetahui siapa sebenarnya figur berponi Mickey mouse yang ia lihat di pagi pucat itu.
Tiba-tiba suara aneh dari kejauhan membuyarkan pikiran Joshua, ia pun jadi tertarik untuk keluar rumah demi melihat apa sebenarnya keanehan yang makin lama makin dekat itu.
Ia berusaha mencari sumber suara aneh itu, dan ternyata suara aneh berbunyi “Hohohoho” itu berasal dari langit.
“Santa…Claus?” Tanyanya yang sedang mereka-reka apakah sebenarnya yang mengeluarkan suara aneh itu.
“Tapi… ini kan bukan natal, lagi pula aku tidak mendengar suara kereta luncur, yang terdengar adalah… BAJAJ?!” Teriak Joshua yang menemukan suatu kejanggalan pada suara itu.
“Eh, tunggu! Mana mungkin ada Santa claus naik bajaj terbang?! Hahaha, aku terlalu banyak berkhayal nih! Udah, ah masuk! Aku ngantuk kali, makanya berfikir yang nggak-nggak” Gumam Joshua yang berusaha berfikir dengan logis itu.
Namun benar saja, yang muncul di depan rumahnya adalah seorang Laki-laki berjonggot putih tebal, yang sangat kelihatan palsunya itu, berambut Mohawk, membawa seekor… BEBEK?! Dan menaiki… BAJAJ?!
“KO… KOMBINASI MACAM APA INI?!!!!” Teriak Joshua yang makin pusing dengan keabnormalan yang baru ditemuinya ini.
Sepertinya… Joshua yang kehilangan kemampuannya telah mati pada hari ini… dan Kehidupannya yang baru, baru akan dimulai sekarang…
Cat :
Cerita ini sepenuhnya adalah fiksi. Bila ada kesamaan tokoh, tempat, waktu, dan peristiwa itu hanya kebetulan yang disengaja.
Jadi bila ada yang tidak berkenan dihati mohon dimaafkan.
Kepala produksi
-Sebastian-
Penasehat produksi
-Green Leaf-
Seksi sibuk
-Shieru-
Seksi pelampiasan
-Earl-
Tukang komen
-Brotherland-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar